🇮🇩 Bahasa Indonesia
🇬🇧 English

Energy Week 2026 Sukses Digelar, Tarik Antusiasme Besar Peserta

Kamis, 24 September 2026 – Listrik Indonesia | Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjadikan  Energy Week 2026 sebagai ruang untuk mempertemukan hasil riset dan inovasi  energi dengan kebutuhan nyata industri. Forum ini tidak hanya menampilkan hasil penelitian, tetapi juga membuka peluang agar teknologi yang dikembangkan peneliti dapat berlanjut ke tahap implementasi.


Kepala Pusat Riset Teknologi Konversi Energi BRIN Tata Sutardi mengatakan, Energy Week dirancang agar riset tidak berhenti pada tahap penelitian. Menurut dia, setiap hasil riset perlu diarahkan pada langkah nyata yang dapat ditawarkan dan dimanfaatkan oleh industri.

“Jadi mulai dari riset dulu sampai kira-kira action-nya apa yang bisa kita tawarkan ke industri,” ujar Tata.

Mengusung tema “Accelerating the Energy Transition: From Vision to Action”, Energy Week 2026 digelar pada 22–24 September 2026 oleh Pusat Riset Teknologi Konversi Energi BRIN bersama Organisasi Riset Energi dan Manufaktur (OREM).

Rangkaian kegiatan mencakup seminar, pameran hasil riset, forum kolaborasi, kompetisi, hingga kunjungan lapangan. Pesertanya berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, akademisi, peneliti, industri, hingga pemangku kepentingan di sektor energi.

Dari sisi industri, peserta ditantang menyusun conceptual design, termasuk gagasan mengenai teknologi waste to energy. Kompetisi tersebut menjadi bagian dari upaya BRIN memperluas ruang lahirnya ide dan solusi baru di sektor energi.

Pada hari kedua, Energy Week menghadirkan seminar internasional yang membahas pengembangan pembangkit listrik tenaga surya dan energi angin. BRIN menggandeng mitra dari Spanyol untuk menghadirkan perspektif mengenai perkembangan teknologi energi terbarukan di negara tersebut.

Forum ini mempertemukan pakar, akademisi, industri, dan peneliti untuk membahas peluang pengembangan energi surya dan angin. Pertukaran pengalaman tersebut diharapkan dapat memperluas perspektif mengenai teknologi yang dapat dikembangkan dan diterapkan di Indonesia.

Sementara pada hari terakhir, peserta dijadwalkan mengikuti site visit ke Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata. Kunjungan ini memberikan kesempatan bagi peserta melihat secara langsung pengoperasian pembangkit surya terapung sekaligus memahami penerapan teknologi yang sebelumnya dibahas dalam forum seminar.

Tata menilai rangkaian kegiatan tersebut penting untuk memberikan gambaran yang lebih utuh kepada peserta mengenai perjalanan teknologi energi, mulai dari riset, pengembangan, hingga implementasi.

“Kami berharap kegiatan ini bisa memberikan informasi yang lengkap bagi peserta dan mendorong mereka untuk ikut mendukung pengembangan energi baru dan terbarukan di Indonesia,” ujarnya.

Tata mengatakan, keberhasilan Energy Week 2026 juga terlihat dari keterlibatan berbagai kelompok, mulai dari pelajar SMA, mahasiswa, perguruan tinggi, peneliti, hingga pelaku industri.

Antusiasme tersebut, kata dia, akan menjadi bahan evaluasi BRIN untuk mengembangkan Energy Week pada tahun berikutnya. BRIN membuka kemungkinan menghadirkan topik energi terbarukan yang lebih beragam sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.

Sejumlah isu yang dinilai semakin penting, seperti waste to energy dan pengembangan PLTS, telah menjadi bagian dari pembahasan Energy Week 2026. Program pengembangan PLTS hingga 100 GW juga menjadi salah satu topik diskusi yang mempertemukan industri, peneliti, dan PLN.

“Harapannya, di 2027 kita bisa mendapatkan kegiatan  Energy Week yang lebih bermanfaat, lebih luas, kemudian bisa mendorong kegiatan riset dan implementasi hasilnya di industri menjadi lebih baik dan bermanfaat,” tutur Tata.